Bridge adalah jembatan. Itulah yang menjadi dasar pemikiran untuk mengembangkan permainan kartu menjadi cabang olahraga otak bernama Contract Bridge. Seperti cabang-cabang olahraga lain, sportivitas adalah pijakan utama dalam menjalankan permainan ini. Berani mengakui keunggulan lawan dan kelemahan diri, jujur bersikap serta siap bersaing dengan adil.
Sesuai namanya, cabang olahraga otak ini dimainkan secara berpasangan (pair Game). Satu pasanga bertindak sebagai penyerang (declarer / deklerer) dan lainnya bertahan (defender). Jadi, untuk dapat bermain Bridge harus ada empat orang. Dengan kemajuan teknologi informasi berbasis internet, sekarang Bridge telah dimainkan secara online. Sebagian pemainnya bahkan dapat digantikan dengan robot.
Permain Bridge memakai kartu yang sama dengan minuman (cangkulan), remi, poker dan lainnya. Kartu yang terdiri dari 4 (empat) warna : Spade [ ♠ ] , Heart [♥] , Diamond [ ♦ ] dan Club [ ♣ ]. Setiap warna kartu berjumlah 13 lembar, terdiri dari : A, K, Q dan J yang disebut Kartu Honor (High Card) serta 9 lembar Kartu Biasa ( 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3 dan 2).
Dalam permainan Bridge, Kartu Honor diberi nilai sebagai berikut:
- A = 4
- K = 3
- Q = 2
- J = 1

Karena ada 4 warna, maka total nilai Kartu Honor dalam permainan Bridge = 4 x 10 = 40.
Untuk bermain Bridge, kita memerlukan 4 orang pemain yang dibagi menjadi 2 pasang. Satu pasang (2 orang) bertindak sebagai lawan bagi pasangan lainnya.

Jika kita membeli kartu di warung, ambil dua lembar Joker dan sisihkan. Lalu kocok dan bagikan sampai habis kepada semua pemain. Cara membaginya berurutan mengikuti arah jarum jam (ke kanan). Misalnya, pemain yang duduk di sisi Utara (U) yang membagi kartu atau disebut dealer. Kartu pertama diberikan kepada Timur (T), lalu Selatan (S), Barat (B) dan terakhir untuk dirinya. Inilah etika dalam permainan Bridge.Sehingga, kartu terakhir adalah untuk pembagi (U) dan masing-masing pemain telah menerima 13 lembar kartu.
Susun kartu yang kita pegang secara berurutan dari yang terbesar (misalnya A) sampai terkecil (2). Untuk memudahkan, cara menyusun kartu adalah berselang seling warnanya: hitam-merah-hitam dan merah atau sebaliknya.
Mari kita perhatikan contoh kartu-kartu yang dipegang oleh setiap pemain berikut ini

Kartu-kartu yang telah dibagikan kepada setiap pemain disebut distribusi kartu. Dari sini, kita akan menghitung nilai kartu Honor setiap pemain.
| Utara | |||||
| ♠ | 1074 | ||||
| ♥ | KJ98 | ||||
| ♦ | 1092 | ||||
| Barat | ♣ | J82 | Timur | ||
| ♠ | AQ65 | ♠ | KJ32 | ||
| ♥ | AQ654 | ♥ | 2 | ||
| ♦ | Q7 | ♦ | AJ643 | ||
| ♣ | KQ | ♣ | 753 | ||
| Selatan | |||||
| ♠ | 98 | ||||
| ♥ | 1073 | ||||
| ♦ | K85 | ||||
| ♣ | A10964 |
- Nilai kartu honor (HCP) Utara = 3 + (1×2) = 5HCP
- Nilai Timur = 3 + (1×2) + 4 = 9HCP
- Nilai Selatan = 3 + 4 = 7HCP
- Nilai Barat = (4×2) + (2×4) + (1×3) = 8 + 8 + 3 = 19HCP
Total nilai kartu = 5 + 9 + 7 + 19 = 40HCP
Dalam bermain Bridge, ada tiga tahap yang harus dilalui: penawaran (bidding), permainan (playing) dan penilaian (scoring). Semua tahap ada aturan dan tata caranya. Penawaran memakai sistem baku yang harus dipahami dengan baik oleh kedua pasangan pemain (Covention Card) terutama jika menggunakan modifikasi sistem. Misalnya, sebelum bermain, biasanya masing-masing pasangan akan bertanya sistem penawaran yang digunakan. Adakah perubahan atas sistem baku yang telah diketahui oleh masyarakat Bridge Internasional ? Hal yang mengandung nilai sportivitas seperti inilah yang membuat Contract Bridge dikelompokkan sebagai cabang olahraga otak.
(bersambung)










