Luk Ulo 2012: A River Bank Festival in Kebumen, Central Java, Indonesia

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Langkah Pertama Pasca Jeda- Satu

IMG-20180910-WA0030

Perjalanan hidup manusia tak ada yang pernah ada yang tahu selain Yang Maha Tahu. Kita, manusia biasa, hanya dapat berharap dari segala usaha yang mengiringi perjalanan itu. Ada kalanya naluri berseberangan jalan dengan nurani. Ketika naluri mengiyakan dan nurani menolak, ada jalan tengah yang harus dilalui. Tidak semata jalan tengah yang membagi rata diantara dua sisi tadi. Tentunya telah menghitung daya dan asa.

Dalam kondisi daya yang relatif rendah, ada upaya kecil tuk berbenah dan melangkah tertatih. Sedikit daya dan sejumput asa ditegakkan agar langkah tak lagi goyah. Semangat petarung tiada lelah dipompakan agar saat jatuh tak hilang akal. Naluri acapkali hadirkan daya di antara doa dan air mata. Tak berharap muluk berdiri tegak, apalagi berlari. Entah berapa kali jatuh, bangun dan memulai langkah baru.

Di ruang P Muas 9

Sesekali melintas gambar wajah-wajah plastik yang mudah berubah muka dan warna. Di antara rasa ngilu tertimpa tangga. Di sela suara gigi yang saling beradu keras. Dan di tengah buku jari yang mengepal. Semakin keras dan terus menggumpal. Ada tetes air kehidupan hadir, menembus kerasnya tulang belulang harga diri.

Aku tak ingin kasihani diri..

Biarlah luka yang menggores rasa itu masih menganga karena obat yang tertelan begitu pahit. Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan. Tapi aku tak ingin mati selagi mampu berdiri. Dan tetes air kehidupan itu kian mengalir ke dalam darah, jantung dan berproses di kalbu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Masih Adakah Nurani Kebangsaan dan Kemanusiaan Di Dalamnya ?

This gallery contains 134 photos.

Originally posted on karyabaktiuntuknegeri:
Berita terbaru tentang kemungkinan “hangus”-nya RUUKepalangmerahan” tak lagi mengejutkan karena memang telah diprediksi dengan ketiadaan niat baik dan tanggung jawab kepada publik (khususnya para petugas PMI yang menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia) dari…

Gallery | Leave a comment

Selingan: Cerita Di Balik Kisah-Bagian III

Setelah bersiap diri sekitar empat bulan, akhirnya satu titik lagi perjalanan mewujudkan misi KampoengRelawan di bidang kewirausahaan sosial nampaknya akan segera terwujud. Semoga di arena Bazar Relawan dan Potensi Kreatif Rakyat yang diselenggarakan di halaman parkir STIKes Muhammadiyah Gombong 11-16 Agustus 2014 ini, jendela-jendela akan terbuka menatap satu langkah lanjut dari perjalanan sukarelawan PMI se Indonesia dalam memaknai kemandirian.

karyabaktiuntuknegeri

Kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014 di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, 11 sampai 17 Agustus 2014 ternyata bukan hanya diminati dan dilaksanakan oleh para sukarelawan PMI. Sejumlah komunitas baik yang ada di dunia maya (sosial media) maupun dunia nyata juga antusias mendukung kegiatan ini dengan beragam caranya. Komunitas seni, khususnya lukis dan teater bahkan melibatkan sejumlah besar warganya untuk membantu kelancaran dan kesuksesan kegiatan yang katanya pertama dan terbesar di Kabupaten Kebumen selama ini.

Komunitas seni lukis dan teater yang tergabung dalam wadah Sanggar Seni Kreatif mendukung tenaga dan pikiran mereka dalam bentuk menyediakan sejumlah anggotanya untuk menjadi sukarelawan publikasi dan tenaga lapangan. Sementara itu, komunitas UMKM yang berada dalam kordinasi Mutiara Handycraft tak mau ketinggalan mengerahkan segala daya agar dapat berkonstribusi dalam kegiatan yang mereka nilai spektakuler.

Yang tak kalah semangatnya adalah komunitas pecinta alam dan pegiat Pramuka yang menyebut dirinya Tunas Karya. Komunitas yang sebagian besar…

View original post 297 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Selingan : Cerita Di Balik Kisah – Bagian II

Keberadaan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) dengan terkatung-katungnya proses pembahasan RUU Kepalangmerahan di tingkat Pansus menimbulkan pertanyaan besar bagi sukarelawan PMI yang selama ini menjadi tulang punggung, ujung tombak dan sekaligus jantung organisasi kemanusiaan yang telah bekerja di lapangan kemanusiaan di tanah air Indonesia sejak jaman pra kemerdekaan sampai sekarang. Secara de facto, PMI memang nampak aman dan biasa. Tapi, secara de jure berpotensi menimbulkan konflik vertikal maupun horisontal. Mengganti lambang palang merah dengan yang lain bukan sekadar urusan politik di tataran legislatif. Pemaksaan kehendak karena keputusan politik misalnya tentu akan mengakibatkan perlawanan keras dari para sukarelawan PMI yang selama ini telah berbakti kepada negara dan bangsa Indonesia dengan taruhan nyawa.

karyabaktiuntuknegeri

Legalitas, Satu Kata Penuh Makna.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan (daring) memaparkan pengertian legal adalah sesuai dengan peraturan perundangan atau hukum (yang berlaku di negara tersebut, tentunya). Dalam konstruksi hukum nasional, kata Manuel Kaisipo dari Fraksi PDIP DPR RI saat ditemui perwakilan sukarelawan PMI se Indonesia 5 Desember 2013 di ruang rapat fraksi itu, menyatakan bahwa semua perjanjian internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI harus segera diundangkan. Kepres No. 25 Tahun 1950 yang menjadi dasar hukum kelembagaan PMI adalah produk hukum di jaman RIS (Republik Indonesia Serikat) yang oleh sebagian kecil kelompok masyarakat (partai politik) dijadikan alat mendelegitimasi (melemahkan/ menghapus makna dengan sejumlah kata: yang berlaku saat ini).

Yah… ini memang dilematis. Di satu sisi, keberadaan dan kemanfaatan lembaga (organisasi) PMI telah dirasakan sejak masa penjajahan Belanda. Bahkan sebagian besar petugas PMI yang kebanyakan adalah perempuan dan menjadi mahasiswi kedokteran atau pelajar sekolah menengah di masa perjuangan…

View original post 567 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Irma Suryati: Sosok Pejuang Kemanusiaan Sejati – Bagian I

Sosok sederhana dengan prestasi segudang. Perbincangan sejam lebih dengan beliau terasa sangat kurang waktu. Sayang, etika dan kewajiban harus dipegang agar semua dapat berjalan menurut alurnya. Tulisan berseri ini dimaksudkan untuk mengantarkan kegiatan Karya Bakti untuk Negeri 2014 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, 11 – 17 Agustus 2014. Di masa akhir waktu persiapan menyambut datangnya para peserta dari berbagai provinsi dan partisipan dari berbagai latar serta lapis masyarakat ini baik Kabupaten Kebumen maupun daerah lain tinggal menghitung hari, Seperti memutar lagu Final Countdwen yang terkenal itu.

karyabaktiuntuknegeri

Bu Irma n Aku 2 Saat berkunjung untuk menguatkan rencana menyukseskan KBN 2014. Saya (kiri) dan Ibu Irma Suryati (kanan) di showroom, kediaman, pusat kegiatan produksi dan asrama para perajin Mutiara Handycraft di Desa Karangsari Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Oleh : Toto Karyanto

Sehari jelang Idul Fitri 1435 H, udara malam itu terasa cukup hangat. Di antara rasa lelah dan kantuk, bersama Ketua Panitia Pelaksana Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014, Wisnu Darmaji yang orang Gombong, saya berboncengan menuju kediaman, showroom Mutiara Handycraft, tempat produksi aneka produk perca kualitas ekspor serta asrama para pekerja yang kesemuanya penyandang cacat tubuh. Kami disambut hangat oleh Ibu Irma Suryati (39). Setelah bersalaman dan sedikit basa-basi, kami mengutarakan maksud kedatangan kepada beliau. Seolah tanpa beban yang semula menjadi ganjalan berat dalam benak saya beberapa hari terakhir, begitu berkomunikasi dengan sosok wanita yang menurut saya jauh lebih hebat dari Margareth Tacher “si wanita besi”, mantan perdana menteri Inggris…

View original post 723 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Selingan: Cerita di Balik Kisah – Bagian I

Semoga kumpulan kisah nyata yang ringan, lucu dan mungkin juga konyol ini dapat menjadi bahan pembelajaran bersama betapa pemahaman atas tata nilai (core vualues) atau prinsip dasar dalam organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak hanya sekadar pengetahuan atau hafalan semata. Tapi sangat perlu dipahami maknanya agar menjadi sangat jelas bahwa Perhimpunan Nasional yang ada di Indonesia dan diakui keberadaannya sebagai bagian dari Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah itu memang hanya PMI. Kekeliruan memahami, sekecil apapun, akan berdampak sangat luar biasa bagi masa depan organisasi yang para anggotanya adalah bagian penting dalam perjuangan Bangsa Indonesia memperjuangkan hak hidupnya sebagai bangsa merdeka dan berdaulat.

karyabaktiuntuknegeri

Foto: googling.

Kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014 di Kabupaten Kebumen dari 11 sampai 17 Agustus 2014 mungkin satu di antara beberapa hal langka di dalam berbagai kegiatan berisi karya dan bakti untuk negeri Indonesia yang dilakukan oleh para sukarelawan PMI di seluruh penjuru tanah air. Disebut langka karena kegiatan berskala nasional ini digagas dan dilaksanakan secara mandiri dari dan oleh sukarelawan untuk organisasi. Biasanya, kegiatan dengan skala ini merupakan bagian dari program kerja pengurus pusat seperti Temu Karya Nasional dan lain-lain. Sehingga muncul berbagai kejadian lucu dan konyol sepanjang perjalanan menyiapkan maupun melaksanakannya.

Jika kita menyimak dari berbagai informasi awal dengan saksama, terutama di grup Facebook Kampoeng Relawan, gagasan KBN 2014 adalah mewujudkan rencana Rembug Relawan (RR) yang dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Bantul, 24 – 26 Mei 2013. Di akhir sesi  RR yang kemudian dinamai RR I itu muncul kesepakatan bahwa RR II akan dilaksanakan di Pulau…

View original post 381 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment