Masih Adakah Nurani Kebangsaan dan Kemanusiaan Di Dalamnya ?

This gallery contains 134 photos.

Originally posted on karyabaktiuntuknegeri:
Berita terbaru tentang kemungkinan “hangus”-nya RUUKepalangmerahan” tak lagi mengejutkan karena memang telah diprediksi dengan ketiadaan niat baik dan tanggung jawab kepada publik (khususnya para petugas PMI yang menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia) dari…

Gallery | Leave a comment

Selingan: Cerita Di Balik Kisah-Bagian III

Setelah bersiap diri sekitar empat bulan, akhirnya satu titik lagi perjalanan mewujudkan misi KampoengRelawan di bidang kewirausahaan sosial nampaknya akan segera terwujud. Semoga di arena Bazar Relawan dan Potensi Kreatif Rakyat yang diselenggarakan di halaman parkir STIKes Muhammadiyah Gombong 11-16 Agustus 2014 ini, jendela-jendela akan terbuka menatap satu langkah lanjut dari perjalanan sukarelawan PMI se Indonesia dalam memaknai kemandirian.

karyabaktiuntuknegeri

Kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014 di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, 11 sampai 17 Agustus 2014 ternyata bukan hanya diminati dan dilaksanakan oleh para sukarelawan PMI. Sejumlah komunitas baik yang ada di dunia maya (sosial media) maupun dunia nyata juga antusias mendukung kegiatan ini dengan beragam caranya. Komunitas seni, khususnya lukis dan teater bahkan melibatkan sejumlah besar warganya untuk membantu kelancaran dan kesuksesan kegiatan yang katanya pertama dan terbesar di Kabupaten Kebumen selama ini.

Komunitas seni lukis dan teater yang tergabung dalam wadah Sanggar Seni Kreatif mendukung tenaga dan pikiran mereka dalam bentuk menyediakan sejumlah anggotanya untuk menjadi sukarelawan publikasi dan tenaga lapangan. Sementara itu, komunitas UMKM yang berada dalam kordinasi Mutiara Handycraft tak mau ketinggalan mengerahkan segala daya agar dapat berkonstribusi dalam kegiatan yang mereka nilai spektakuler.

Yang tak kalah semangatnya adalah komunitas pecinta alam dan pegiat Pramuka yang menyebut dirinya Tunas Karya. Komunitas yang sebagian besar…

View original post 297 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Selingan : Cerita Di Balik Kisah – Bagian II

Keberadaan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) dengan terkatung-katungnya proses pembahasan RUU Kepalangmerahan di tingkat Pansus menimbulkan pertanyaan besar bagi sukarelawan PMI yang selama ini menjadi tulang punggung, ujung tombak dan sekaligus jantung organisasi kemanusiaan yang telah bekerja di lapangan kemanusiaan di tanah air Indonesia sejak jaman pra kemerdekaan sampai sekarang. Secara de facto, PMI memang nampak aman dan biasa. Tapi, secara de jure berpotensi menimbulkan konflik vertikal maupun horisontal. Mengganti lambang palang merah dengan yang lain bukan sekadar urusan politik di tataran legislatif. Pemaksaan kehendak karena keputusan politik misalnya tentu akan mengakibatkan perlawanan keras dari para sukarelawan PMI yang selama ini telah berbakti kepada negara dan bangsa Indonesia dengan taruhan nyawa.

karyabaktiuntuknegeri

Legalitas, Satu Kata Penuh Makna.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan (daring) memaparkan pengertian legal adalah sesuai dengan peraturan perundangan atau hukum (yang berlaku di negara tersebut, tentunya). Dalam konstruksi hukum nasional, kata Manuel Kaisipo dari Fraksi PDIP DPR RI saat ditemui perwakilan sukarelawan PMI se Indonesia 5 Desember 2013 di ruang rapat fraksi itu, menyatakan bahwa semua perjanjian internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI harus segera diundangkan. Kepres No. 25 Tahun 1950 yang menjadi dasar hukum kelembagaan PMI adalah produk hukum di jaman RIS (Republik Indonesia Serikat) yang oleh sebagian kecil kelompok masyarakat (partai politik) dijadikan alat mendelegitimasi (melemahkan/ menghapus makna dengan sejumlah kata: yang berlaku saat ini).

Yah… ini memang dilematis. Di satu sisi, keberadaan dan kemanfaatan lembaga (organisasi) PMI telah dirasakan sejak masa penjajahan Belanda. Bahkan sebagian besar petugas PMI yang kebanyakan adalah perempuan dan menjadi mahasiswi kedokteran atau pelajar sekolah menengah di masa perjuangan…

View original post 567 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Irma Suryati: Sosok Pejuang Kemanusiaan Sejati – Bagian I

Sosok sederhana dengan prestasi segudang. Perbincangan sejam lebih dengan beliau terasa sangat kurang waktu. Sayang, etika dan kewajiban harus dipegang agar semua dapat berjalan menurut alurnya. Tulisan berseri ini dimaksudkan untuk mengantarkan kegiatan Karya Bakti untuk Negeri 2014 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, 11 – 17 Agustus 2014. Di masa akhir waktu persiapan menyambut datangnya para peserta dari berbagai provinsi dan partisipan dari berbagai latar serta lapis masyarakat ini baik Kabupaten Kebumen maupun daerah lain tinggal menghitung hari, Seperti memutar lagu Final Countdwen yang terkenal itu.

karyabaktiuntuknegeri

Bu Irma n Aku 2 Saat berkunjung untuk menguatkan rencana menyukseskan KBN 2014. Saya (kiri) dan Ibu Irma Suryati (kanan) di showroom, kediaman, pusat kegiatan produksi dan asrama para perajin Mutiara Handycraft di Desa Karangsari Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Oleh : Toto Karyanto

Sehari jelang Idul Fitri 1435 H, udara malam itu terasa cukup hangat. Di antara rasa lelah dan kantuk, bersama Ketua Panitia Pelaksana Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014, Wisnu Darmaji yang orang Gombong, saya berboncengan menuju kediaman, showroom Mutiara Handycraft, tempat produksi aneka produk perca kualitas ekspor serta asrama para pekerja yang kesemuanya penyandang cacat tubuh. Kami disambut hangat oleh Ibu Irma Suryati (39). Setelah bersalaman dan sedikit basa-basi, kami mengutarakan maksud kedatangan kepada beliau. Seolah tanpa beban yang semula menjadi ganjalan berat dalam benak saya beberapa hari terakhir, begitu berkomunikasi dengan sosok wanita yang menurut saya jauh lebih hebat dari Margareth Tacher “si wanita besi”, mantan perdana menteri Inggris…

View original post 723 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Selingan: Cerita di Balik Kisah – Bagian I

Semoga kumpulan kisah nyata yang ringan, lucu dan mungkin juga konyol ini dapat menjadi bahan pembelajaran bersama betapa pemahaman atas tata nilai (core vualues) atau prinsip dasar dalam organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak hanya sekadar pengetahuan atau hafalan semata. Tapi sangat perlu dipahami maknanya agar menjadi sangat jelas bahwa Perhimpunan Nasional yang ada di Indonesia dan diakui keberadaannya sebagai bagian dari Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah itu memang hanya PMI. Kekeliruan memahami, sekecil apapun, akan berdampak sangat luar biasa bagi masa depan organisasi yang para anggotanya adalah bagian penting dalam perjuangan Bangsa Indonesia memperjuangkan hak hidupnya sebagai bangsa merdeka dan berdaulat.

karyabaktiuntuknegeri

Foto: googling.

Kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014 di Kabupaten Kebumen dari 11 sampai 17 Agustus 2014 mungkin satu di antara beberapa hal langka di dalam berbagai kegiatan berisi karya dan bakti untuk negeri Indonesia yang dilakukan oleh para sukarelawan PMI di seluruh penjuru tanah air. Disebut langka karena kegiatan berskala nasional ini digagas dan dilaksanakan secara mandiri dari dan oleh sukarelawan untuk organisasi. Biasanya, kegiatan dengan skala ini merupakan bagian dari program kerja pengurus pusat seperti Temu Karya Nasional dan lain-lain. Sehingga muncul berbagai kejadian lucu dan konyol sepanjang perjalanan menyiapkan maupun melaksanakannya.

Jika kita menyimak dari berbagai informasi awal dengan saksama, terutama di grup Facebook Kampoeng Relawan, gagasan KBN 2014 adalah mewujudkan rencana Rembug Relawan (RR) yang dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Bantul, 24 – 26 Mei 2013. Di akhir sesi  RR yang kemudian dinamai RR I itu muncul kesepakatan bahwa RR II akan dilaksanakan di Pulau…

View original post 381 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LOMBA KREATIVITAS BAGI SUKARELAWAN PMI – LENGKAP

Sukarelawan PMI adalah ujung tombak dan jantung organisasi PMI di semua lini. Ada 3 kategori sukarelawan dalam organisasi PMI yakni remaja dari tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiah (SD/MI) yang biasa disebut dengan nama Palang Merah Remaja (PMR) Mula, tingkat SMP/MTs yang disebut PMR Madya dan tingkat SMA/SMK/MA atau PMR Wira. Jumlah sukarelawan remaja PMI se Indonesia pada tahun 2013 sekitar 2 juta orang. Dari jumlah ini, ada kecenderungan menurun pada tahun 2014 dan seterusnya karena kekeliruan persepsi dalam memahami tentang kewajiban untuk melaksanakan kegiatan esktra kurikuler atau sering disebut dengan istilah eskul wajib. Akhir-akhir ini muncul asumsi bahwa yang dimaksud dengan eskul wajib hanya kepramukaan adalah pemahaman yang keliru karena PMI telah menandatangani nota kepahaman dan/atau kesepahaman bersama antara PMI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang tertuang dalam Kesepahaman Bersama Nomor  031/MOU/PMI-KEMENDIKBUD/II/2012 dan 1/II/KB/2012 tentang Pembinaan dan Pengembangan Kegiatan Kepalangmerahan di Kalangan Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik.

Pada Pasal 3 tentang Tugas Pihak Pertama (Kemendikbud) disebutkan bahwa Pihak Pertama mempunyai tugas :

  1. Pembentukan dan pembinaan  Unit Palang Merah Remaja (PMR) pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
  2. Pembentukan dan pembinaan Korps Suka Rela (KSR) pada pendidikan tinggi.
  3. Pembentukan dan pembinaan Unit PMR dan KSR pada pendidikan nonformal.

Berdasarkan aturan tersebut dan nota kesepahaman dengan beberapa kementerian diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Tenaga dan Transmigrasi, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang intinya masing-masing pihak akan bekerja dengan saling menguntungkan, maka pengertian tentang kegiatan eskul wajib bukan mewajibkan satu diantara PMR dan Pramuka. Tapi keduanya dapat berjalan sesuai minat peserta didik dan kewajiban sekolah. madrasah adalah memfasilitasi menjadi kegiatan yang bermanfaat dalam pembinaan generasi muda khususnya untuk membentuk karakter tertentu yang sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Panitia Pelaksana Karya Bakti untuk Negeri Komunitas Sosial Media Kampung Relawan 2014 di Kabupaten Kebumen dalam upaya mewujudkan tujuan mendukung dan menguatkan upaya yang telah dan sedang dilakukan untuk kebaikan dan perbaikan organisasi PMI sekarang maupun masa depan adalah melaksanakan beberapa kegiatan lomba kreatifitas dengan rincian sebagai berikut :

  1. Lomba Kreatifitas untuk PMR Mula se Kabupaten Kebumen berupa lomba Karya Lukis dengan tema ” Lingkunganku Sehat dan Ceria ” yang akan dilakasanakan di SMP Negeri 2 Adimulyo pada hari Selasa, 12 Agustus 2014. Di tengah berlangsungnya kegiatan tersebut, Panitia akan mengadakan diseminasi kepalangmerahan bagi pendamping/ pembina PMR Mula terutama bagi SD/MI yang mengikutsertakan peserta didiknya dalam lomba itu. Direncanakan kegiatan diseminasi ini akan difasilitasi oleh Komite Internasional Palang merah Perwakilan Asia Tenggara di Jakarta.
  2. Lomba Kreatifitas untuk PMR Madya se Kabupaten kebumen berupa lomba Karya Tulis dengan tema ” Aku Bangga Jadi Sukarelawan PMI ” yang akan dilakasanakan di SMK Negeri 1 Gombong pada hari Rabu, 13 Agustus 2014. Di tengah berlangsungnya kegiatan tersebut, Panitia akan mengadakan diseminasi kepalangmerahan bagi pendamping/ pembina PMR Mula terutama bagi SD/MI yang mengikutsertakan peserta didiknya dalam lomba itu. Direncanakan kegiatan diseminasi ini akan difasilitasi oleh Komite Internasional Palang merah Perwakilan Asia Tenggara di Jakarta.
  3. Lomba Kreatifitas untuk PMR Wira se eks Karesidenan Kedu dan Banyumas berupa lomba Karya Kriya dengan tema ” Pemanfaatan Limbah Organik untuk Produk Kerajinan ” yang akan dilakasanakan di STIKes Muhammadiyah Gombong pada hari Kamis, 14 Agustus 2014. Di tengah berlangsungnya kegiatan tersebut, Panitia akan mengadakan diseminasi kepalangmerahan bagi pendamping/ pembina PMR Mula terutama bagi SD/MI yang mengikutsertakan peserta didiknya dalam lomba itu. Direncanakan kegiatan diseminasi ini akan difasilitasi oleh Komite Internasional Palang merah Perwakilan Asia Tenggara di Jakarta.
  4. Lomba Blogging untuk KSR Unit Perguruan Tinggi se Indonesia secara online di tempat masing-masing peserta pada 21 Juli – 9 Agustus 2014 dengan tema ” Menuju PMI Masa Depan” dan pada waktu tertentu yang telah ditetapkan Panitia serta diinformasikan kepada seluruh peserta melalui e mail, lomba penulisan dengan sub-sub  tema khusus terutama berkaitan dengan materi Rembug Relawan yaitu tentang Manajemen Organisasi, Manajemen Relawan dan Program Kerja Unggulan. Selama proses lomba akan ditetapkan 10 nominator yang wajib mempresentasikan isi blog-nya kepada dewan juri di Kampus STIKes Muhammadiyah Gombong pada Jumat, 15 Agustus 2014 jam 19.00 WIB sampai selesai. Berdasarkan hasil presentasi peserta ini, Dewan Juri akan menentukan pilihan 3 (tiga) terbaik peserta untuk memperebutkan hadiah uang pembinaan dengan total sebesar Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah) ditambah Piagam dan Merchandise.

Hasil-hasil lomba akan diumumkan oleh Panitia Pelaksana pada bagian acara Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 69, 17 Agustus 2014 yang juga merupakan acara penutupan seluruh kegiatan Karya Bakti untuk Negeri 2014 di Kabupaten Kebumen. Rencananya, Kepada Bidang Relawan Pengurus Pusat PMI, bapak H.M. Muas, SH akan bertindak selaku Inspektur Upacara. 

Pamflet online Lomba Blogging KSR PT

Lomba Blogging KSR Unit Perguruan Tinggi se Indonesia dalam kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014 di Kab. Kebumen Jawa Tengah 11 – 17 Agustus 2014. Periode lomba: 21 Juli – 9 Agustus 2014. 10 besar (nominator) mempresentasikan blognya di Kampus STIKes Muhammadiyah Gombong pada Jumat 15 Agustus 2014 jam 19 WIB s.d selesai

Lomba Karya Kriya Wira Dumas Fix

Lomba Karya Kriya “Pemanfaatan Limbah Organik untuk Produk Kerajinan” bagi PMR Wira se eks Karesidenan Kedu dan Banyumas di STIKes Muhammadiyah Gombong pada Kamis, 14 Agustus 2014

LOMBA KARYA TULIS MADYA BW fix

Lomba karya tulis ” Aku Bangga Jadi Sukarelawan PMI ” untuk PMR Madya se Kab. Kebumen di SMK N 1 Gombong Rabu 13 Agustus 2014

Lomba Mula BW - fix

Lomba karya lukis ” Lingkunganku Sehat dan Ceria” untuk PMR Mula se Kab. Kebumen di SMPN 2 Adimulyo, Selasa 12 Agustus 2014

 

 

Posted in Palang Merah Indonesia | Leave a comment

Karya Bakti untuk Negeri : Kopdar ala Kampoeng Relawan – Bagian II

Silaturahmi yang menjadi inti kegiatan KBN 2014 di Kabupaten Kebumen direncanakan sebagai ajang berbagi ilmu dan pengalaman tidak hanya di lapangan kemanusiaan yang telah dikenal luas seperti penanganan bencana dan pertolongan pertama. Tapi ada nilai tambah lain dari kegiatan Rembug Relawan yang merupakan dasar utama KBN 2014 ini. Nilai tambah tersebut diharapkan dapat diperoleh dari semua kegiatan Penyegaran Materi Pertolongan Pertama untuk sukarelawan PMI maupun umum serta Sarasehan Kewirausahaan Sosial yang didului dengan penyelenggaraan kegiatan Bazar Relawan dan Potensi Kreatif Rakyat. Serta Pameran Fotografi dan Video Kepalangmerahan yang menjadi bagian integral dari Diseminasi Kepalangmerahan. Menurut kabar terakhir, kegiatan diseminasi kepalangmerahan akan diampu oleh petugas dari Perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Jakarta. Jika ini terwujud, maka satu lagi apresiasi tinggi diberikan kepada KampoengRelawan setelah menjadi nama perkampungan peserta dalam kegiatan Temu Karya Nasional V Relawan PMI 2013 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Semoga.

karyabaktiuntuknegeri

Silaturahmi adalah kata kunci dari KBN 2014 di Kebumen. Dengan menjaga tali silaturahmi, umur dan rejeki kita akan dipanjangkan. Agar membawa maslahat, kegiatan ini disiapkan dengan kepanitiaan baik tingkat di pusat atau Panitia Penyelenggaran maupun lokal, Panitia Pelaksana. Sebagaimana lazim dilakukan oleh banyak kalangan, Panitia Pusat menyiapkan berbagai sisi strategis, kebijakan dan sejenisnya yang kemudian dituangkan dalam bentuk Kerangka Acuan atau Term of Reference (TOR). Melalui TOR ini, semua pihak menjadikannya sebagai pedoman. Ada maksud yang ingin diungkapkan dalam berderet kalimat naratif. Ada juga tujuan yang hendak dicapai. TOR bisa menjadi batasan, tapi akan lebih banyak berperan sebagai rambu-rambu yang mengarahkan ke jalan sebenarnya.

Dalam TOR, panitia bergerak mengoptimalkan potensi dan peluang. Dan ternyata, banyak potensi sumber daya manusia di kalangan sukarelawan PMI yang selama ini tersembunyi karena beragam alasan atau sebab, akhirnya muncul dan saling menguatkan. Satu diantaranya adalah di bidang kewirausahaan yang dalam kegiatan ini diwakili oleh Satgana…

View original post 300 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment