Selingan : Cerita Di Balik Kisah – Bagian II

Keberadaan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) dengan terkatung-katungnya proses pembahasan RUU Kepalangmerahan di tingkat Pansus menimbulkan pertanyaan besar bagi sukarelawan PMI yang selama ini menjadi tulang punggung, ujung tombak dan sekaligus jantung organisasi kemanusiaan yang telah bekerja di lapangan kemanusiaan di tanah air Indonesia sejak jaman pra kemerdekaan sampai sekarang. Secara de facto, PMI memang nampak aman dan biasa. Tapi, secara de jure berpotensi menimbulkan konflik vertikal maupun horisontal. Mengganti lambang palang merah dengan yang lain bukan sekadar urusan politik di tataran legislatif. Pemaksaan kehendak karena keputusan politik misalnya tentu akan mengakibatkan perlawanan keras dari para sukarelawan PMI yang selama ini telah berbakti kepada negara dan bangsa Indonesia dengan taruhan nyawa.

karyabaktiuntuknegeri

Legalitas, Satu Kata Penuh Makna.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan (daring) memaparkan pengertian legal adalah sesuai dengan peraturan perundangan atau hukum (yang berlaku di negara tersebut, tentunya). Dalam konstruksi hukum nasional, kata Manuel Kaisipo dari Fraksi PDIP DPR RI saat ditemui perwakilan sukarelawan PMI se Indonesia 5 Desember 2013 di ruang rapat fraksi itu, menyatakan bahwa semua perjanjian internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah RI harus segera diundangkan. Kepres No. 25 Tahun 1950 yang menjadi dasar hukum kelembagaan PMI adalah produk hukum di jaman RIS (Republik Indonesia Serikat) yang oleh sebagian kecil kelompok masyarakat (partai politik) dijadikan alat mendelegitimasi (melemahkan/ menghapus makna dengan sejumlah kata: yang berlaku saat ini).

Yah… ini memang dilematis. Di satu sisi, keberadaan dan kemanfaatan lembaga (organisasi) PMI telah dirasakan sejak masa penjajahan Belanda. Bahkan sebagian besar petugas PMI yang kebanyakan adalah perempuan dan menjadi mahasiswi kedokteran atau pelajar sekolah menengah di masa perjuangan…

View original post 567 more words

About totokaryanto

Saya dari Kebumen Jawa Tengah. Hanya orang biasa yang memiliki banyak kebiasaan. Suka kerajinan anyaman, jadi Relawan PMI, generasi muda Tentara pelajar dan belajar jadi guru buat diri sendiri.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s