Hubungan Antara Pendapatan Per Kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) – 3

Oleh : Algifari (Dosen STIE YKPN Yogyakarta)

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Sejak tahun 1990 United Nation Development Program yang merupakan salah satu badan Perserikatan Bangsa-bangsa mengembangkan suatu indeks untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indikator yang digunakan untuk menyusun IPM adalah tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf, dan pendapatan per kapita riil. Besarnya IPM dari 0 sampai dengan 1. Semakin tinggi IPM, semakin tinggi pula tingkat pembangunan manusianya (Arsyad, 2004).
Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk. Pendapatan per kapita dapat mencerminkan daya beli masyarakat. Semakin tinggi pendapatan per kapita penduduk suatu negara, semakin tinggi pula daya beli penduduk negara tersebut. (Mangkoesoebroto, 1991). Daya beli masyarakat yang tinggi menunjukkan kemampuan yang tinggi dari masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya dan kesejahteraan masyarakat juga tinggi.

IPM merupakan indeks yang dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Suatu negara yang memiliki IPM tinggi menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut tinggi. Pendapatan per kapita merupakan salah satu komponen dari menyusun IPM, selain tingkan kesehatan dan tingkat pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, semakin tinggi pendapatan per kapita masyarakat suatu negara, seharusnya semakin tinggi juga IPM negara tersebut. Namun demikian pada kenyataannya hal ini tidak terjadi. Seperti yang diuraikan pada bagian sebelumnya terdapat kenyataan bahwa negara yang memiliki pendapatan per kapita pada urutan tertinggi tidak selalu memiliki IPM pada urutan tertinggi pula.

Menurut Mazumdar dalam Rana dan Dzathor (2008) terdapat empat teori yang menjelaskan hubungan antara pendapatan nasional dan pembangunan manusia yang masing-masing teori didukung oleh hasil penelitian empiris. Teori pertama menyatakan bahwa perubahan pendapatan nasional tidak berhubungan dengan perubahan pembangunan manusia. Karena dapat saja pertumbuhan ekonomi tidak mampu meningkatkan kesejahteraan individu. Teori kedua menyatakan bahwa pembangunan manusia dan perubahan pendapatan nasional mempunyai hubungan timal balik. Teori ketiga sesuai dengan pandangan ekonom neoklasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi membawa perbaikan pembangunan manusia. Teori keempat menyatakan bahwa pembangunan manusia berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, karena peningkatan pembangunan manusia akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang.

Shome dan Tondon (2010) melakukan penelitian hubungan antara pendapatan per kapita dan IPM terhadap 5 negara Asean menggunakan data tahun 2000 sampai dengan 2007. Hubungan antara pendapatan per kapita dan IPM dianalisis dengan korelasi Pearson, baik setiap negara maupun semua negara secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan di Filipina terdapat hubungan negatif antara pendapatan per kapita dengan IPM dengan koefisien korelasi sebesar -0,070. Artinya pada saat pendapatan per kapita tinggi, IPM rendah. Namun demikian berdasar koefisien korelasi ini dapat diketahui bahwa hubungan antara pendapatan per kapita dan IPM di Filipina lemah. Singapore yang termasuk ke dalam kelompok negara IPM Sangat Tinggi terdapat hubungan positif dan lemah antara pendapatan per kapita dan IPM dengan koefisien koelasi sebesar 0,4710. Indonesia memiliki hubungan positif dan lebih kuat antara pendapatan per kapita dan IPM dibandingkan dengan 4 negara Asean lainnya. Koefisien korelasi antara pendapatan per kapita dan IPM di Indonesia sebesar 0,706. Koefisien korelasi antara pendapatan per kapita dan IPM di Malaysia dan di Thailand menunjukkan angka yang positif, yaitu berturut-turut 0,2680 dan 0,3970. Hal ini menunjukkan bahwa di kedua negara tersebut adanya kecenderungan pada pendapatan per kapita tinggi maka IPM juga tinggi. Hasil analisis korelasi terhadap ke 5 negara Asean menunjukkan adanya korelasi positif antara pendapatan per kapita dan IPM dengan koefisien korelasi sebesar 0,4760.

Khodabakhshi (2011) melakukan penelitian tentang hubungan antara pendapatan per kapita dan IPM di India. Dengan menggunakan data tahun 2005 hingga 2010. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang lemah antara pendapatan per kapita dan IPM.
Rana dan Dzathor (2008) melakukan penelitian terhadap hubungan antara indikator-indikator dalam IPM dengan pendapatan per kapita menggunakan data Ametika Serikat, Jerman, dan Jepang tahun 1995-2004. IPM diukur menggunakan 5 indikator, yaitu kondisi lingkungan, kesehatan, perubahan teknologi, kekayaan, kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara indikator-indikator IPM dengan pendapatan per kapita.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara pendapatan per kapita dan IPM. Rumusan hipotesis dalam penelitian ini didasarkan pada teori yang menyatakan bahwa pendapatn per kapita berhubungan positif terhadap pembangunan manusia. Hal ini disebabkan pendapatan per kapita merupakan salah satu indikator dalam menentukan IPM. Hipotesis dalam penilitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. H1: Pendapatan per kapita berkorelasi positif dan signifikan dengan IPM pada kelompok negara yang memiliki IPM Sangat Tinggi
  2. H2: Pendapatan per kapita berkorelasi positif dan signifikan dengan IPM pada kelompok negara yang memiliki IPM Tinggi
  3. H3: Pendapatan per kapita berkorelasi positif dan signifikan dengan IPM pada kelompok negara yang memiliki IPM Menengah
  4. H4: Pendapatan per kapita berkorelasi positif dan signifikan dengan IPM pada kelompok negara yang memiliki IPM Rendah

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tentang pendapatan per kapita dan IPM beberapa negara berdasarkan pengelompokkan IPM, yaitu negara yang memiliki IPM Sangat Tinggi (0,788-0,983), IPM Tinggi (0,677-0,784), IPM Menengah (0,488-0,6690), dan IPM Rendah (0,140-0,470). Banyaknya negara yang digunakan dalam penelitian ini yang termasuk ke dalam kelompok negara yang memiliki IPM Sangat Tinggi adalah 39 negara, kelompok negara yang memiliki IPM Tinggi adalah 40 negara, kelompok negara yang memiliki IPM Menengah adalah 42 negara, dan kelompok negara yang memiliki IPM Rendah adalah 37 negara. Data IPM negara-negara yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan United Nation Development Program (UNDP) tahun 2011 dan data tentang pendapatan per kapita menggunakan purchasing power parity diperoleh dari laporan Bank Dunia tahun 2011.

Analisis terhadap data penelitian dilakukan menggunakan dua tahap. Tahap pertama dilakukan analisis deskriptif terhadap hubungan antara pendapatan per kapita dengan IPM yang digambarkan ke dalam sebuah diagram sebar (scatter plot). Berdasarkan diagram sebar tersebut dapat diketahui pola hubungan antara pendapatan per kapita dengan IPM. Tahap kedua mengukur keeratan hubungan antara pendapatan per kapita dan IPM menggunakan koefisien korelasinya. Koefisien korelasi antara pendapatan per kapita dan IPM ditunjukkan oleh koefisien korelasi Pearson yang besarnya dari 0 sampai dengan 1. Semakin besar nilai koefisien korelasi Pearson antara pendapatan per kapita dan IPM menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut semakin kuat. Kemudian koefisien korelasi tersebut dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah hubungan (korelasi) antara pendapatan per kapita dan IPM secara statistik signifikan. Diagram sebar dan koefisien korelasi antara pendapatan per kapita dan IPM dibuat untuk masing-masing kelompok negara berdasarkan tingkat IPM, yaitu negara dengan kelompok IPM Sangat Tinggi, IPM Tinggi, IPM Menengah, dan IPM Rendah.

About totokaryanto

Saya dari Kebumen Jawa Tengah. Hanya orang biasa yang memiliki banyak kebiasaan. Suka kerajinan anyaman, jadi Relawan PMI, generasi muda Tentara pelajar dan belajar jadi guru buat diri sendiri.
This entry was posted in Ekonomi Makro and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s