Hubungan Antara Pendapatan Per Kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-2

Berdasar laporan United Nation Development Program tentang IPM pada tahun 2010 menempatkan Norwegia sebagai negara yang mempunyai IPM tertinggi dari 169 negara yang diukur, disusul Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Irlandia. Indonesia berada pada urutan ke 108 dan Malaysia berada pada urutan ke 57. Tabel 1 berikut ini menunjukkan perbandingan urutan antara IPM dan pendapatan per kapita negara-negara yang memiliki IPM pada 5 urutan tertinggi, Indonesia, dan Malaysia.

Gambar

Tabel 1 terlihat bahwa Norwegia memiliki IPM tertinggi, akan tetapi Norwegia bukan negara yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi. Norwegia hanya menempati urutan ke 2 berdasarkan pendapatan per kapita setelah Luxembourg. IPM pada urutan ke dua ditempati oleh Australia, akan tetapi urutan berdasarkan pendapatan per kapita berada pada urutan ke 7. Selandia Baru menempati urutan ke 3 negara yang memiliki IPM tertinggi, namun berdasarkan pendapatan per kapita menempati urutan ke 24. Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa negara-negara yang memiliki IPM tertinggi tidak selalu memiliki pendapatan per kapita tertinggi pula.

Perbandingan urutan IPM dan pendapatan per kapita menggunakan Produksi Domestik Bruto Nominal negara-negara yang memiliki pendapatan per kapita pada 5 urutan tertinggi, Indonesia, dan Malaysia dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel tersebut memberikan gambaran bahwa negara yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi tidak selalu memiliki IPM teringgi pula. Luxembourg memiliki perndapatan per kapita tertinggi di dunia, akan tetapi memiliki IPM berada pada urutan ke 24. Qatar yang memiliki pendapatan per kapita pada urutan ke 3 tertinggi di dunia memiliki IPM pada urutan ke 38. IPM dan pendapatan per kapita Indonesia tahun 2010 berada pada urutan yang lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia. Indonesia memiliki IPM sebesar 0,600 berada pada urutan ke 108, sedangkan Malaysia memiliki IPM sebesar 0,744 berada pada urutan ke 58 dari 169 negara. Pendapatan per kapita Indonesia tahun 2010 sebesar US$2.974 berada pada urutan ke 109, sedangkan pendapatan per kapita Malaysia sebesar US$8.373 berada pada urutan ke 68 dari 183 negara.

Gambar

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa IPM diukur menggunakan 3 dimensi, yaitu pemenuhan pendidikan, pemenuhan kesehatan, dan daya beli. Pendapatan per kapita merupakan salah satu komponen dalam menentukan IPM yang menunjukkan daya beli masyarakat. Jika pendapatan per kapita masyarakat tinggi, maka daya beli masyarakat juga tinggi. Tingginya daya beli masyarakat apakah mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan kesehatan? Beberapa penelitian empiris telah dilakukan untuk membuktikan hubungan antara IPM dengan ukuran tingkat kesejahteraan masyarakat yang lain. Blanchflower dan Oswald (2005) melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara IPM dengan indeks kebahagian di beberapa negara. Penelitian tersebut memperoleh kesimpulan bahwa terdapat beberapa negara, seperti Australia yang memiliki paradoks. Australia merupakan negara yang memiliki ranking IPM tinggi, akan tetapi Australia memiliki tingkat kebahagiaan masyarakatnya yang rendah.

Badrudin (2011) melakukan penelitian tentang pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap IPM menggunakan data kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Periode penelitian dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM di Jawa Tengah. Artinya, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi semakin rendah tingkat kesejahteraan masyarakat.

Sidharto (2010) meneliti hubungan antara IPM dengan komponen-komponennya, indikator fiskal pemerintah, dan kemiskinan. Komponen IPM meliputi indikator kesehatan, pendidikan, dan daya beli. Indikator kesehatan menggunakan Angka Harapan Hidup (AHP), indikator pendidikan menggunakan Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), indikator daya beli menggunakan Pengeluaran per Kapita Riil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi tertinggi dari komponen IPM terhadap IPM adalah Angka Melek Huruf dengan besarnya koefisien korelasi sebesar 0,9584, disusul komponen Pengeluaran per Kapita Riil dengan koefisien korelasi sebesar 0,8729, dan Rata-rata Lama Sekolah sebesar 0,7269. Sedangkan kontribusi terendah pada IPM adalah Angka Harapan Hidup dengan koefisien korelasi sebesar 0,6599.

Ranis et al. (2006) meneliti tentang hubungan antara Pembangunan Manusia (Human Development), IPM, dan pendapatan per kapita. Pembangunan Manusia ditentukan menggunakan 11 kategori dengan 39 indikator yang mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita memiliki hubungan yang kuat dengan IPM. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi yang tinggi, yaitu sebesar 0,8789

About totokaryanto

Saya dari Kebumen Jawa Tengah. Hanya orang biasa yang memiliki banyak kebiasaan. Suka kerajinan anyaman, jadi Relawan PMI, generasi muda Tentara pelajar dan belajar jadi guru buat diri sendiri.
Aside | This entry was posted in Ekonomi Makro and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s