Kewirausahaan Sosial Pada Kegiatan Ekonomi Berbasis Komunitas (2)

Gambar

Kewirausahaan Sosial
1. Definisi Umum :
Kewirausahaan Sosial adalah disipllin ilmu yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi dan tekad untuk maju ke depan.

2. Paul C. Light:
Kewirausahaan Sosial adalah individu, kelompok, organisasi, jejaring atau aliansi yang berupaya secara berkelanjutan dengan cara berbeda dalam mengatasi masalah sosial signifikan.

Kegiatan Ekonomi Berbasis Budaya/ Komunitas:

1. OVOP (One Village One Product)

Dicetuskan oleh mantan Gubernur Perfektur Oita Jepang berdasarkan hasil pengalaman di MITI (Kementerian Industri dan Perdagangan Jepang) dan kondisi faktual setempat yang tidak memungkinkan dikembangkan dengan pendekatan industri berteknologi tinggi. Pilihannya, memanfaatkan potensi lokal yang dapat diangkat sebagai produk/ jasa bernilai tambah tinggi untuk pasar lokal dan khususnya global.

Langkah pertama adalah mengubah pendekatan pembangunan ekonomi konvensional yang berbasis GNP (Gross National Product) menjadi GNS (Gross National Satisfactory) dan menyodorkan tiga formula tentang OVOP yang harus memenuhi kriteria dasar:
a) Local yet global (kekuatan lokal yang berpotensi global) produk/jasa yang mengandung kearifan lokal namun dapat dikembangkan sampai pasar global
b) Self Reliance and Creativity (penghargaan tinggi atas kearifan budaya lokal yan mengandung nilai-nilai kreativitas;
c) Pengembangan Sumber Daya Manusia

Kunci Sukses OVOP
 Local residents’ awareness for their own potential and their region’s resources
 Recognition of treasures in the area
 Continuity is Power
 High-value-added Products
 Secured sales route
 Human Resources Development.

2. Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Ekonomi kreatif sering disebut sebagai revolusi industri gelombang ke 4. Ada 15 jenis (sub sektor) di dalamnya yaitu:
a) Kerajinan
b) Kuliner
c) Seni pertunjukan
d) Musik
e) Permainan kreatif
f) Busana/ fesyen
g) Teknologi Informasi dan Komunikasi
h) Periklanan
i) Radio dan Televisi
j) Fotografi – Video dan Film
k) Desain
l) Arsitektur
m) Penerbitan dan percetakan
n) Pasar barang seni
o) Riset dan pengembangan.

Pelaku Ekonomi Kreatif:

1. Artis – Seniman dan perajin
2. Guru – Dosen – Peneliti
3. Advokat – Akuntan – Penasihat Investasi
4. Teknisi dan para perekayasa
5. Para profesional
6. Manajer Rumah Tangga
7. Sukarelawan PMI
8. Dan lain lain.

About totokaryanto

Saya dari Kebumen Jawa Tengah. Hanya orang biasa yang memiliki banyak kebiasaan. Suka kerajinan anyaman, jadi Relawan PMI, generasi muda Tentara pelajar dan belajar jadi guru buat diri sendiri.
This entry was posted in Rembug Relawan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kewirausahaan Sosial Pada Kegiatan Ekonomi Berbasis Komunitas (2)

  1. terimakasih untuk informasinya Pak, bisa dibuat acuan untuk tugas saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s